Unit Apartemen Sewa Tidak Bertambah, Tren Hunian Juga Masih Lemah

Bisnis apartemen sewa pada semester II tahun 2021 cenderung stagnan ditandai dengan jumlah unit yang disewakan yang cenderung tidak bertambah serta permintaan sewa apartemen yang juga tidak meningkat. Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengatakan, total pasokan apartemen sewa tetap atau tidak mengalami penambahan yakni sebanyak 8.919 unit. "Rerata tingkat penyewaan periode ini sebesar 58,4 persen, membaik dari semester sebelumnya. Namun masih menurun dibandingkan tahun sebelumnya (2020)," ujarnya dalam webinar, Kamis (10/2/2022).

Dia mengatakan, pandemi berdampak negatif terhadap pertumbuhan properti dua tahun terakhir ini, termasuk tertahannya berbagai proses pembangunan. Hal itu diikuti oleh berkurangnya kedatangan Warga Negara Asing (WNA) yang biasanya mengisi unit apartemen sewa di ibu kota. "Arus balik WNA ke negaranya dan kembali setelah repatriasi mewarnai fluktuasi performa sektor apartemen sewa," kata Willson.

Di sisi lain, lanjutnya, sebagian besar proyek masih menahan harga sewa meski ada beberapa yang telah kembali ke harga pra pandemi. Diperkirakan ada 1.688 unit pasokan unit apartemen baru yang akan masuk ke pasar hingga tahun 2023, dan 10 persen lainnya menunda proses pembangunan. Willson menambahkan, optimisme muncul dari indikasi bahwa setidaknya ada 7 proyek yang akan masuk pasar di tahun 2022.

Program staycation juga dinilainya masih menjadi strategi untuk mempertahankan tingkat hunian dengan menyerap konsumen lokal. “Performa tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun sebelumnya. Proyek proyek baru apartemen sewa yang siap masuk ke pasar akan memberikan continuous spirit dalam perbaikan performa sektor apartemen sewa," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *