Menciptakan Peluang Usaha Pada Tengah Wabah

peluang usaha

Pasar dari usaha kecil-kecilan ini sangat banyak, khususnya orang-orang yang bekerja ataupun anak kos. Namun tentunya, pertambahan unit mesin cuci dan setrika diperlukan jika memang jumlah pesanan telah melesat tajam. Anda pun mesti menyiapkan tenaga kerja tambahan jika memang usaha berkembang baik. Anda pastinya sudah tidak asing dengan keberadaan warung nasi yang banyak berseliweran di jalan. Keuntungan dari usaha kuliner tersebut nyataya sangat besar.

Modal tersebut digunakan untuk membeli perlengkapan potong rambut, perabotan pendukung dan biaya promosi awal. Ia mengawalinya dengan menjual produk pakaian yang ternyata tidak begitu berhasil. Setelah berganti menjadi reseller produk kecantikan, penghasilannya meningkat drastis. Namun, jangan salah, potensi penghasilannya tidak dapat dianggap remeh. Anda juga bisa belajar dari kesuksesan Yanis Gallery asal Yogyakarta yang merambah pasar ekspor dengan menggunakan website sebagai media promosi. Berbagai penghargaan pun diraih berkat ketekunan mereka di bisnis tersebut. Seorang wedding organizer lain bernama Yupitirani menggunakan modal Rp3 juta untuk memulai bisnis ini.

Membeli asuransi kesehatan PFI Mega Life dapat menjadi penjagaan sewaktu-waktu Anda sakit. Ini tentu bisa menjadi pilihan bijak agar keuntungan usaha tidak habis hanya untuk berobat. Jika Anda punya bakat di bidang bahasa, cobalah membuka usaha untuk membuat konten atau menerjemahkannya. Pasalnya, tiap usaha lain membutuhkan hal tersebut sebagai bahan promosi mereka. Orang yang wisuda, bertunangan, menikah, bahkan hanya untuk pergi ke acara formal banyak yang menyewa jasa perias saat ini. Sekali merias, setidaknya mereka berani membayar Rp 200. 000.

peluang usaha

Saat itu sebagai sopir mobil rental, ia menemukan peluang usaha bahwa masyarakat menginginkan seorang sopir yang berpenampilan baik dan berwawasan luas. Menggunakan Twitter, ia mulai mempromosikan “jasa sewa driver good looking”. Inilah contoh yang diberikan oleh Deasy Esterina, pemilik bisnis ramah lingkungan Kreskros, ketika memproduksi tas kreatif dari sampah plastik.

Bisnis ini terbukti mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Bisnis yang go online akan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terbatas waktu dan lokasi. Alasannya, bisnis pribadi memang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Untuk memulai bisnis ini pun tidak diperlukan modal yang besar. Misalnya, Nikasius Dirgahayu hanya butuh Rp. 2 juta saja ketika membangun Nick The Barbership.

Faktanya, hampir 54% pebisnis pribadi mengaku pendapatannya meningkat. Peluang usaha ini termasuk yang menjanjikan dengan modal yang nyaris tidak ada. “Tidak ada orang sukses yang tidak menguasai bidangnya. Sekarang trend jual melalui digital. Buat digital, platform, Instragram, Facebook, jualan produk, ” ujar dia.